Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustadz, mana yang lebih banyak pahalanya antara menjenguk dua tetangga yang sakit pada hari yang sama atau menjenguk mereka pada hari yang berbeda? Syukron.

(Dari Hamba Alloh Anggota Grup WA Bimbingan Islam).

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Terimakasih kami ucapkan atas pertanyaan ini, semoga dengan ini semangat kita didalam memperhatikan hak tetangga, menjenguk mereka ketika sakit menjadi lebih baik lagi insyaAllah.

Menjenguk dua tetangga di hari yang sama lebih mulia dilihat dari sisi bersegera didalam melaksanakan kebaikan. Karena kita tidak tahu apakah esok hari kita masih memiliki jatah usia untuk menunaikan hak tetangga ini. Bisa jadi hari ini adalah hari terakhir kita di dunia hingga kelak kita akan menyesali setiap waktu yang terlewat tanpa ada amal shalih di dalamnya.

Maka diantara ciri baik seorang hamba Allah yang paling menonjol ialah bersegera di dalam melaksanakan kebaikan sebagaimana firman Allah ta’ala :

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ

“Sesungguhnya mereka itu bersegera melakukan kebaikan”. (QS. Al-Anbiya’ : 90).

Dalam ayat lain Allah berfirman :

أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

“Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya”. (QS. Al-Mum’minun : 61).

Al-Imam Abu Ishaq bin Muhammad Ats-Tsa’labi An-Naisaburi berkata ketika menafsirkan ayat ini :

عن أنس السَّابِقُونَ إلى إجابة الرسول في الدنيا، وهم السابقون إلى الجنة في العقبى. ابن كيسان: السَّابِقُونَ إلى كل ما دعا الله سبحانه وتعالى إليه.

Dari Anas berkata maksud dari firman Allah bersegera mendapatkan kebaikan ialah : bersegera untuk menyambut seruan rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam di dunia, dan bersegera untuk mendapatkan syurga di akhirat. Ibnu Kaisan berkata ; Maksudnya ialah bersegera melaksanakan apa yang Allah subhanahu wa ta’ala perintahkan”. (Al-Kasyfu Wal Bayan ‘An Tafsiril Qur’an/tafsir Ats-Tsa’labi : 9/202).

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga senantiasa memotivasi umatnya agar bersegera melaksanakan kebaikan dan amal, karena ia menjadi salah satu benteng yang kokoh yang akan melindungi pelakunya dari buruknya fitnah. Beliau bersabda :

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ الّليْلِ المُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا ويُمْسِي كَافِرًا، ويُمْسِي مُؤْمِنًا ويُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ أَحَدُهُمْ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

”Segeralah beramal sebelum terjadinya fitnah-fitnah seperti gelapnya malam. Seorang yang paginya mukmin sorenya menjadi kafir, dan pada sore hari mukmin dan paginya kafir, menjual agamanya dengan sedikit dari kekayaan dunia” (HR Muslim : 118). Wallahu a’lam.

Referensi :

Al-Kasyfu Wal Bayan ‘An Tafsiril Qur’an/tafsir Ats-Tsa’labi oleh Al-Imam Abu Bakar bin Muhammad Ats-Tsa’labi
Shahih Muslim oleh Al-Imam Muslim.

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Abul Aswad Al Bayati

Referensi: https://bimbinganislam.com/menjenguk-tetangga-yang-sakit/