Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Terkait pembahasan kitab “Nuzhatul Muttaqin” pada hadist ke-37, sabda Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam;
‘Tidaklah sesuatu yang menimpa seorang muslim, baik berupa Min Nashobin (rasa letih), sakit, gelisah, sedih, Walaa Adza (gangguan), Walaa Ghommin (gundah gulana), maupun duri Yusyaakuha (yang mengenainya), melainkan dengan ujian itu Alloh akan mengampuni dosa-dosanya”. [Muttafaq ‘Alaih]

Ustadz, ketika penyakit dengan lamanya penderitaan justru membuatnya putus asa, masihkah sebagai penggugur dosa?

جَزَاك الله خَيْرًا

(Disampaikan Oleh Sahabat BiAS T09)

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ya, Sakit yang berkepanjangan juga bisa sebagai bentuk penggugur dosa, walaupun kita juga perlu terus bermuhasabah diri mungkin ada kedzoliman-kedzoliman yang kita lakukan, maka taubat adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda.

Adapun putus asa, ini adalah hal yang terlarang dalam agama, dosa besar. Merupakan amalan orang-orang yang tersesat. Alloh berfirman;

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

“Ibrahim berkata: ’Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Robbnya, kecuali orang-orang yang sesat’”. [QS Al Hijr 56]

Dan juga firman-Nya:

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Alloh melainkan kaum yang kafir”. [QS Yusuf 87]

Sebaliknya, muslim haruslah optimis. Tetap bersemangat, dan terus meminta kepada Alloh.

Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda;

احْرِصْ عَلَى مَايَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ

“Bersemangatlah dalam apa yang bermanfaat bagimu, *mohonlah pertolongan kepada Alloh, dan janganlah merasa lemah”. [HR Muslim 4816]

Teruslah memohon pada Alloh, sungguh tidak ada yang mustahil bagi Alloh.

Wallohu A’lam, wabillahittaufiq.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
? Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Referensi: https://bimbinganislam.com/tidak-berputus-asa-dari-sakit-yang-dihadapi/