Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Izin bertanya Ustadz.
Ketika safar dengan jumlah banyak, dan singgah ke masjid untuk sholat, sering ditemui rombongan-rombongan yg membuat jamaah sendiri-sendiri.
Sehingga di satu masjid dalam satu waktu terlihat dua (atau lebih) imam yang memimpin sholat dengan jamaahnya masing-masing.
Sebaiknya ikut imam yang mana ya ustadz? atau ada ketentuan lain?

Jazaakumullaahu khairan.

(Disampaikan oleh Bapak Fulan, Sahabat BiAS)

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Pada asalnya, hendaklah kaum muslimin sholat dengan satu imam, tidak sholat dengan banyak jamaah dalam satu waktu, karena akan mengganggu jamaah lainnya.
namun kalau seandainya kita dapati hal demikian, maka para ulama mengatakan sholatlah dengan imam, yang makmumnya lebih banyak.
Syaikh bin baz berkata:

أنه إذا جاء جماعة وقد صلى الإمام يصلون جماعة، فإذا جاء جماعة أخرى يصلون مع الجماعة الأولى لا ينفردون، يصلون مع الجماعة الأخرى
لكن لو لم يعلموا عنهم؛ لأن المسجد كبير، وصلوا جماعة، ثم جاء آخر يصلي مع من شاء منهما، والأحسن مع الأكثر، يصلي مع الأكثر
كلما كثرت الجماعة صار الأجر أكثر

“Jika ada sekelompok orang datang (ke mesjid) sedangkan imam mesjid telah selesai sholat, maka mereka sholat secara berjamaah.
Kalau ada lagi sekelompok orang datang maka mereka sholat dengan jamaah tadi, bukan membuat jamaah baru dan sholat berjamaah dengan yang lain.

Namun, jika seandainya orang-orang yang baru datang tidak mengetahui, telah ada jamaah yang mengerjakan sholat, dikarenakan mesjidnya besar, sehingga mereka membuat jamaah baru, lalu ada seorang yang datang, maka dia silahkan memilih dengan jamaah mana dia sholat.
Namun lebih baik, dia sholat dengan yang banyak jumlahnya, karena semakin banyak jumlahnya maka semakin besar pahalanya.”
(Disarikan dari fatwa Syaikh Bin Baz nomer 17715 – حكم وجود جماعتين في المسجد بعد الجماعة الأولى)

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله

 

sumber:  https://bimbinganislam.com/dua-imam-dalam-satu-masjid-ikut-yang-mana/