Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, saya ingin bertanya tentang dalil dibolehkannya mengusap jilbab bagian luarnya saja di atas kepala ketika wudhu jika ditakutkan kelihatan aurat ketika safar?

جَزَاكَ الله خَيْرًا

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS

 

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ الله

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi waman tabi’ahum bi ihsānin Ilā yaumil Qiyāmah. Amma ba’du

Afwan Wajazākallāh khairan katsiran atas pertanyaan dan do’a yang antum sampaikan, dan kita memohon taufiq dan pertolongan kepada Allah.

Syaikh Utsaimin dalam Syarhul Mumti’ berkata:

وعلى كُلِّ حالٍ : إِذا كان هناك مشقَّة إِما لبرودة الجوِّ ، أو لمشقَّة النَّزع واللَّفّ مرَّة أخرى : فالتَّسامح في مثل هذا لا بأس به ، وإلا فالأوْلى ألاَّ تمسح ، ولم ترد نصوصٌ صحيحة في هذا الباب.

Dan bagaimanapun juga, jika terdapat masyaqqoh (kesusahan) baik itu karena dinginnya udara, atau susahnya melepas kemudian memakainya lagi, maka memberikan peluang untuk wanita untuk melakukan hal ini, tidak masalah. Namun perlu dicatat, yang lebih utama adalah mengusap kepala (bukan kerudung) dan tidak ada dalil yang gamblang dalam masalah ini.

Dan pendapat ini juga merupakan pendapat Ibnu Taimiyah dan mereka mengqiyaskan, dengan sebuah hadits:

أمَرَهُم أن يَمسَحوا على العَصَائِبِ والتَّساخِين

(Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam) memerintahkan kepada para sahabat yang akan pergi berperang untuk mengusap imamah dan khuf

Dan di dalam https ://islamqa.info/ar/answers/148129/حكم-المسح-على-خمار-الرأس-للمرأة disebutkan :

وعليه : فليس كل غطاء للرأس يُمسح عليه ، بل ما كان الرأس مستوراً به وثمة حرج في نزعه ، كامرأة تخشى رؤية شعرها ، أو كانت تغطي رأسها المخضَّب بحناء ، أو كان ثمة برد تخشى على نفسها منه ، ومثل هذا من الأعذار .

Dan kesimpulannya, tidak semua penutup kepala boleh diusap, tapi jika kepala tertutup dan ada kesusahan untuk melepas, seperti seorang wanita yang takut terlihat rambutnya, atau rambutnya sedang memakai hinna (semir) maka semacam ini menjadi alasan yang diperbolehkan.

Semoga pembahasan dalil dibolehkannya mengusap jilbab bagian luar ketika wudhu jika takut terlihat aurat ini bermanfaat, wa akhiru da’wanā ‘anilhamdulillāhi rabbil ālamīn

Wallāhu a’lam, Wabillāhittaufiq

Dijawab dengan ringkas oleh:
? Team Tanya Jawab Bimbingan Islam

 

sumber: https://bimbinganislam.com/dalil-dibolehkannya-mengusap-jilbab-bagian-luar-ketika-wudhu-jika-takut-terlihat-aurat/