Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan mau bertanya ustadz, ada hadist yang berbunyi:
“Barang siapa yang meninggalkan shalat ashar maka batal amalannya.” HR Al-Bukhari (520)

Yang ana ingin tanyakan, apabila seorang manusia melakukan kebaikan yang banyak pada hari dimana pada saat itu orang tersebut tidak melakukan sholat ashar, apakah amalan kebaikan orang itu akan sia-sia sesuai dengan hadist diatas?

جزاكم اللّٰه خيرا

 

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Maknanya seseorang akan menjadi kafir jika ia sudah berniat akan meninggalkan shalat ashar secara keseluruhan, tidak akan melaksanakan shalat ashar secara total maka ia kafir. Dan akan lenyaplah seluruh amal kebaikan yang ia lakukan, apalagi jika ia berniat tidak akan melaksanakan shalat lima waktu selamanya.

Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz Menjelaskan Makna Hadits Tersebut
لحديث له لفظان، أحدهما: يقول ﷺ: من فاتته صلاة العصر فكأنما وتر أهله وماله، إذا فاتته مع الجماعة أو في الوقت فكأنما وتر سلب أهل وماله، يعني: مصيبة عظيم نسأل الله العافية، واللفظ الثاني: من ترك صلاة العصر حبط عمله، هذا يدل على أن ترك الصلاة كفر إذا تركها عمدًا، عزم على تركها بالكلية، فهذا يحبط عمله لأن تركها كفر، إذا عزم على تركها بالكلية صار كفرًا؛ لقول النبي ﷺ: بين الرجل وبين الكفر والشرك ترك الصلاة رواه مسلم في صحيحه، وقال عليه الصلاة والسلام: العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر، إذا تعمد تركها بالكلية كفر، أما إذا تأخر وهو يريد الصلاة فهذا يكون عاصيًا ولا يكفرالوقت، نسأل الله العافية. نعم.

“Hadits ini memiliki dua redaksi, pertama ; “Barangsiapa terlewat dari melaksanakan shalat asar maka ia seolah kehilangan keluarga dan hartanya. Jika seseorang terlewat salat asar atau terlewat jamaah asar seolah ia kehilangan harta dan keluarganya.

Maknanya ini adalah merupakan musibah yang sanat besar, kita memohon kepada Allah ta’ala keselamatan.

Sedangkan redaksi hadits yang kedua menyatakan “Barangsiapa meninggalkan shalat asar maka akan lenyaplah seluruh amal kebaikannya.” Ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat adalah kekufuran, jika seseorang meninggalkannya dengan sengaja. Yaitu seseorang berniat untuk meninggalkan shalat secara total, maka orag seperti ini lenyap seluruh amal kebaikannya karena meninggalkan shalat itu kekufuran. Apabila seseorang berniat kuat untuk meninggalkan shalat secara keseluruhan maka ia kafir.

Berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam : Pembeda antara seorang lelaki dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.
(HR. Muslim di dalam shahihnya).

 

Dan nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda : Pembeda antara kita dengan orang kafir adalah shalat barngsiapa meninggalkannya maka ia kafir.

Hukum Meninggalkan Shalat Secara Keseluruhan
Jika seseorang sengaja meninggalkannya secara keseluruhan maka ia kafir. Tapi jika hanya terlambat dan ia ingin melakukan shalat maka ia hanya sebagai pelaku maksiat dan tidak kafir.”
(Fatawa Syaikh Bin Baz no. 13140).

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله

 

sumber: https://bimbinganislam.com/hukum-meninggalkan-shalat-ashar-berdasarkan-hadits/