Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan Allah dan diberi Rahmat Nya.

Ustadz, adakah batasan-batasan berdandan atau make up, ataupun mendandani bagi seorang pengantin muslimah?

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH)

 

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Seorang wanita diciptakan oleh Allah dalam keadaan memiliki fitrah untuk berdandan, sehingga dihalalkan untuknya sebagian yang tidak dihalalkan untuk laki – laki, seperti: emas dan sutera.

Namun, ada beberapa batasan yang ditetapkan dalam syariat, yang harus diperhatikan seorang wanita ketika berdandan (baik seorang pengantin atau bukan):

1. Tidak menyerupai dandanan khusus wanita kafir dan wanita fasiq (wanita yang buruk agama dan akhlaknya), rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian kaum tersebut.”
( HR. Abu dawud: 4031).

2. Tidak menyerupai laki -laki.

Ibnu Abbas berkata:

«لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ»

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.”
( HR. Bukhari : 5885).

3. Tidak menyambung rambut, mencukur alis, mengikir gigi, bertato untuk berdandan.

Abdullah bin mas’ud berkata:

لعن اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah melaknat perempuan yang menato dan yang meminta ditato, yang menghilangkan bulu di wajahnya dan yang meminta dihilangkan bulu alisnya, yang merenggangkan giginya, (semua itu) supaya ia terlihat cantik, dengan mengubah ciptaan Allah.”
Serta beliau berkata: mengapa aku tidak melaknat wanita yang dilaknat oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”
( HR. Bukhari : 5948).

4. Tidak menampakkan dandanannya kepada laki – laki yang bukan mahram.

Allah berfirman:

وقل لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ1 أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka….“
(QS. An – Nur : 31).

Itulah aturan syariat dalam dandanan wanita beserta dalil – dalilnya dan seorang wanita yang beriman tidak akan mempertentangkan aturan Allah dengan akalnya, hawa nafsunya atau alasan adat dan sebagainya.

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله