Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Saya lahir sebagai islam (di keluarga islam), dan kita difitrahi sebagai agama islam.

Lalu, apakah kita harus melakukan syahadat ulang atau tidak? Maksud saya, bersyahadat seperti non islam ke islam. Ada saksi dan ada yg melantunkan.

Jazākallāhu khayran.

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH Pekanbaru)

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Seseorang yang dilahirkan dari orang tua muslim maka tidak perlu lagi mengulang mengucapkan syahadat, karena anak mengikuti keislaman orang tuanya.

Syaikhul islam ibnu taimiyyah berkata:

حُكْمُ الطِّفْلِ إذَا كَانَ أَبَوَاهُ مُسْلِمَيْنِ كَانَ مُسْلِمًا تَبَعًا لِأَبَوَيْهِ بِاتِّفَاقِ الْمُسْلِمِينَ وَكَذَلِكَ إذَا كَانَتْ أُمُّهُ مُسْلِمَةً عِنْدَ جُمْهُورِ الْعُلَمَاءِ كَأَبِي حَنِيفَةَ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَد.

“seorang anak yang kedua orang tuanya beragama islam dihukumi sebagai seorang muslim sesuai dengan kesepakatan kaum muslimin, begitu pula kalau hanya ibunya yang beragama islam (maka tetap dihukumi keislaman seorang anak) menurut mayoritas ulama seperti abu hanifah, syafii dan ahmad.
(Majmu’ fatawa: 10/437).

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan

 

Read more https://bimbinganislam.com/apakah-harus-syahadat-ulang-saat-dewasa/